[Series] MINSTAL HAVE A BABY?? OH NO~ [PROLOG]

Published July 3, 2012 by richannyda

MINSTAL HAVE A BABY?? OH NO~ [PROLOG]

Posted on January 23, 2011 by

AUTHOR: nyda

cast:minstal

Yoogeun

nb: mian buat para flames ini semata-mata hanya inspirasi dari autor *bow

Suasana di meeting room masih tetap sama beberapa pemilik saham sibuk mendengar penjelasan dari ku.

Tlililit..tlililit

“mianhae saya mengangkat telepon dulu”ucapku sembari membungkuk berulang kali.

Beberapa investor dan pemegang saham menarik napas panjang sepertinya mereka kecewa padaku dan sayangnya mereka tidak bisa melakukan apa-apa padaku.

Memang akulah pemegang saham terbesar perusahaan ini tentu saja ini karena appaku choi siwon adalah pemilik perusahaan.

Kutekan tombol hijau diponselku ketika melihat ‘rumah’ dilayar handphoneku.

Apa mungkin Yoogeun membuat masalah lagi?jagoan kecilku itu memang seorang trouble maker persis seperti appanya dulu.

“yeoboseo” ucapku berusaha mengecilkan suaraku sepelan mungkin karena disini masih banyak orang.

“oppa!!! Yoogeun berkelahi lagi..!! aiiiggooo aku sudah tahan dengan anakmu itu!!! Pokoknya oppa cepat pulang” siapa lagi kalau bukan —choi sulli— Yoogeun memang sangat manja pada ahjummanya itu hanya saja karena sebentar lagi Sulli punya anak sendiri mungkin Yoogeun sedikit cemburu.

“aaaiiisshh pelankan sedikit suaramu Choi Jin Ri..!! kau kan ahjummanya!! Biasa kan kalau anak lelaki berkelahi, Oppa masih banyak urusan”

“anniiiyyyooo Oppa~ aku sedang mengandung 9bulan..!! ahh..Oppaaa~~ ahhhh sakkkiiiittt Oppaaaa aku akan melahirkan!!! Oppa~~ “teriaknya membuatku panik seketika.

Ottokkee??yang ku ketahui Fanny umma dan Siwon appa sedang di luar negeri dan Taemin —suami Sulli— sedang menemaniku meminpin rapat disini.

“aiiigggooo~~ sulllii-ah tahan sebentar lagi Oppa dan Taemin akan kesana!!”

“hyung, ada apa??”tanya Taemin khawatir sepertinya dia mengerti arah pembicaraanku ditelepon.

“Taemin-ah isterimu akan melahirkan” teriakku di ruang rapat.

##

Aku membuka pintu rumahku. Syukurlah Sulli bisa melahirkan seorang anak perempuan dengan selamat. Umma dan Appa masih menunggui Sulli di rumah sakit sedangkan aku dan Taemin sudah mulai bekerja seperti biasa.

“Yoogeun~ah lihat Appa bawa apa!!!” teriakku. Seorang balita berlari menuju ke arahku dan langsung menuju pelukanku.

Aku menggendongnya. Yoogeun membuka bungkusan yang ku bawa.

“omo~~ canggih sekali Appa!! Teman-temanku pasti tidak ada yang punya” ucapnya riang.

“eh?? Kenapa wajahmu?berkelahi lagi??”tebakku. aku kira dia akan berubah karena sudah punya adik bayi dari Sulli, tapi ternyata aku salah mungkin teman-teman Yoogeun kembali mengejeknya karena dia tidak punya umma.

“adik bayi beruntung yah appa” ucapnya tiba-tiba.

Aku menurunkannya dari pangkuanku.

“beruntung bagaimana?”tanyaku.

“dia punya umma yang baik dan cantik seperti Sulli ahjumma..!! Sulli ahjumma pasti tidak akan sayang lagi padaku’tepat seperti yang kuduga Yoogeun cemburu pada anak Taemin-Sulli.

“Yoogeun-ah kau juga kan punya umma hanya saja umma sedang di luar negeri untuk melanjutkan sekolahnya” jelasku.

“appa, umma itu seperti apa?”tanyanya.

“umma itu baik, lucu, periang dan memiliki suara yang sangat indah” terangku.

Tiba-tiba aku ingat kejadian-kejadian yang mungkin tidak akan pernah terlupakan dalam hidupku.

Flash back

Krystal POV

“sulliiii~ah”panggil seorang namja imut yang memakai papan nama ‘BABO TAEMIN’ sebenarnya dia sunbaeku dan Sulli hanya saja dia rela menunggu satu tahun karena ingin menikmati masa OSPEK bersama Sulli.

“Taemin Oppa, kau dihukum lagi” ledekku dibalas juluran lidah olehnya.

“diam kau Jung Soo Jung!!”ancam Sulli yang tak rela namjachingunya ku ledek.

“aaiiigggoo kalian berdua benar-benar memuakan” aku berlalu dari mereka menuju ke arah Luna dan Amber.

Memang sekarang hari terakhir OSPEK dan besok sudah mulai kuliah seperti mahasiswa lainnya.

“Krystal~ah mianhae, uri Krystal neomu kyeopta” ucap Sulli tiba-tiba. Aku tahu mungkin ada sesuatu yang dia incar dariku.

“kau bilang begitu pasti ada maunya”tebakku dan hanya dibalas kehkehan darinya.

“Umma minta aku menjenguk Minho oppa di apartemennya, dia sedang sakit, tapi aku ada acara dengan Taemin oppa” jelasnya.

Tuh benarkan tebakanku!!! Yang ku tahu Minho oppa itu sangat benci pada orang tuanya karena mereka tidak pernah memperhatikan dia dan Sulli makanya dia memilih untuk tinggal sendiri.

“nde, baiklah” ucapku pasrah.

@@

Aku memencet bel berkali-kali sampai akhirnya dia membuka pintu apartemennya.

“annyeong”sapaku, dia tidak menjawab dan malah menarikku ke dalam.

Minho oppa menarikku ke kamarnya.

Aiiggoo apa yang akan dia lakukan?? Aku mencium bau alkohol pada mulutnya

“oppa anniiiyyyoo aku Krystal!! Oppa aku mohon sadarlah jangan seperti ini”

Sia-sia dia malah melumat bibirku dengan kasar. Aku mencoba memberontak semampuku. Ini semua salah.

Hingga akhirnya aku tak mampu melawannya dan semuanya menjadi gelap.

Aku membuka mataku. Ini semua terasa seperti mimpi. Kulihat minho oppa masih terlelap disampingku.

Kuperhatikan tubuhku yang polos dibalik selimut. Aku menahan napasku. Seharusnya aku bisa melawannya seharusnya aku—

Akkhhh semuanya terasa campur aduk.

Rasa menyesal, sedih dan kecewa menjadi satu. Bagaimana mungkin aku melakukannya dengan orang yang sama sekali tidak mencintaiku dan tidak kucintai??

Bagaimana mungkin aku melakukannya dengan Oppa dari sahabatku sendiri??

Minho Oppa tidak salah, dia melakukannya tanpa dia sadari dan seharusnya aku bisa mencegahnya.

Aku manarik selimut yang menutupi tubuhku dan berjalan menuju toilet. Aku merasa tubuhku sangat kotor yang ternoda.

Dan aku hanya bisa menangis disana.

Minho POV

Aaiiigggooo kenapa kepalaku sakit sekali?? Aaaiiissshhh tubuhku terasa lengket dan akhirnya aku berhasil membuka mataku.

Kuperhatikan sekitarku banyak berceceran baju-baju yang membuatku semakin bingung.

Aku mencoba mengingat semuanya dan aiiggoo—

Aku segera memakai boxer milikku.

“Krystal..Krys..!!”aku menggedor pintu toilet kamarku.

Aku yakin dia masih disini karena baju-bajunya masih terceceran di ranjang.

Hanya ada suara tangisan disana.

Aku menyesal mengapa aku melakukan hal itu pada yeoja yang sudah kuanggap sebagai adikku sendiri.

Aku yang telah menodainya untuk pertama kali..

“Krystal mianhae, tapi aku mohon buka pintunya” isakku.

Tiba-tiba aku ingat pada kunci cadangan yang kusimpan di laci meja balajrku.

Ceklek’ pintu itu berhasil kubuka.

Krystal tertegun melihatku. Begitupun denganku yang kaget ketika melihatnya hanya memakai sehelai selimut tebal.

Dia bergeser berusaha menjauhiku. Aku mengerti mungkin dia masih takut mengingat apa yang telah kulakukan padanya.

“Krystal mianhae~~ aku tidak sengaja melakukannya” kupeluk dirinya dan kubenamkan wajahnya didadaku.

Semuanya telah terjadi dan aku tidak tahu bagaimana memperbaikinya.

Aku telah merusah masa depan dan impiannya.

Krystal POV

Aku mengendap keluar dari apartemennya dan segera memakai kembali pakaianku. Aku masih trauma dengan apa yang dia lakukan padaku.

Aku takut ketika menghadapi kenyataan bahwa dia sudah mengambil sesuatu yang paling berharga dalam hidupku.

Aku menyuruh taksi itu untuk berhenti tepat didepan rumahku dan langsung membayar argonya.

Aku langsung berlari ke kamarku tanpa memperdulikan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan Sicca unni.

Sebulan setelah kejadian itu aku berusaha untuk tetap bersikap seolah tidak pernah terjadi apa-apa pada diriku, tapi lambat laun aku merasa ada yang aneh dengan diriku, aku sering merasa mual dan akhirnya aku memberanikan diri untuk menemui dokter.

Seperti yang sudah aku duga ternyata hasilnya memang positif, aku memohon pada dokter itu untuk bisa menggugurkan janin yang sedang aku kandung.

Aku belum siap untuk mengandung dan aku juga tidak tahu apa yang akan dilakukan orang tuaku dan Sicca unni jika mereka tahu kalau aku sudah mencoreng nama baik keluarga.

Apa ini salahku?aku sama sekali tidak menginginkan anak ini.

Dokter itu memberiku surat persetujuan menggugurkan janin yang harus ditandatangani oleh suamiku.

Suami?aku sama sekali tidak memiliki suami.

Akhirnya aku pulang ke rumah dengan air mata yang terus mengalir.

Selama seminggu aku terus mengurung diri kamar aku berharap lebih baik aku segera mati dari pada harus hidup tapi hanya bisa memalukan keluargaku.

“krys, apa eonni boleh masuk?”tanya sicca unni, awalnya aku memang ingin menolak kedatangannya,tapi aku kasihan padanya, mungkin aku bisa sedikit berbagi padanya.

Ceklek!aku membuka kunci kamarku dia terkejut dengan penampilanku yang sangat acak-acakan.

“krys, apa yang sebenarnya terjadi?”tanyanya, aku tahu jika aku berbohong pasti dia akan tetap mengetahuinya.

“aa..ak.ku..aku hamil”kata itu sulit untuk aku ucapkan. Sicca unni ikut menangis ketika aku mengatakannya.

“mwo??siapa yang melakukannya Krys?? Siapa?”ulangnya. dia mengguncang tubuhku lalu memelukku erat.

“mianhae eonni”isakku.

Sicca eonni berlalu dari kamarku dan meninggalkanku begitu saja.

“minho oppa mengapa kau lakukan ini padaku?”isakku

“setidaknya aku harus mengatakan kalau aku sedang mengandung”aku mengangguk mungkin benar aku harus menemui minho setidaknya mungkin dia bisa menandatangani surat persetujuan ini.

Minho POV

Aku membuka apartemenku dan terkejut ketika melihat dia menangis, aku menyuruhnya untuk masuk. mungkin dia menangis karena kejadian waktu itu.

Dia menyerahkan selembar kertas padaku sementara tatapannya tetap tertunduk ke bawah seolah takut padaku.

Aku membacanya, ternyata persetujuan menggugurkan kandungan.

Jadi dia hamil?aku sudah menduganya karena dulu aku melakukannya tanpa memakai pengaman, tapi aku senang karena mungkin sebentar lagi akan ada minho kecil diantara kami dan aku bisa memilikinya seutuhnya lalu aku akan dipanggil dengan sebutan minho appa benar-benar sangat indah.

Aku langsung memeluknya tapi dia meronta, aku langsung melepaskan pelukanku dan

Plakk!!dia menamparku.

“mianhae aku tahu aku salah, tapi aku mohon jangan bunuh anak kita chebal”aku memohon padanya, tapi dia malah menangis.

“kamu sama sekali tidak mementingkan perasaanku, kau sudah mengambil hal paling berharga yang aku miliki dan sekarang kau malah memintaku untuk tetap mengandung anakmu?”katanya dengan nada sinis.

TBC

sekali lagi mian buat para flames ataupun aff(x)tion

terserah reader apakah ff ini mau dilanjut atau tidak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: